Langsung ke konten utama

Postcard From Omelas-Pt.2

Haloo... This is my second postcard. Aku mau lanjutin cerita yang kemaren.

Jadi, kesan pertama nyampe tempat itu, dingin. Dingin banget. Selama dua minggu aku mandi cuma sekali sehari, sore doang. Kalo lagi kegiatan nyemplung ke kali, siangnya mandi trus nggak mandi lagi sampe besok sore, haha. Bisa pake air anget, but I'm too lazy, thats the problem. 

Dan kesan pertama tinggal bareng teman-teman baru itu seru, dan satu hal yang baru aku sadar, ternyata mereka juga nggak terlalu jago ngomong inggrisnya, tapi karena dari awal aku udah ngerasa terintimidasi duluan, jadilah aku kerepotan kalo ngomong sama mereka. Tapi setelah terbiasa, dan kebetulan aku sekelompok sama dua orang dari mereka,untuk tugas harian  jadi mau nggak mau aku harus terbiasa ngomong. Tapi percayalah, english is just a language, not a measure of intelligence. Pas lagi ngomong kita bisa stop dulu, buka  google translate, kalo kita nggak tau kata-katanya, atau kalo nggak ada kuota, kita bisa pake bahasa tubuh misalnya. Itu bukan masalah. Selama kita berusaha buat ngomong.

Oo iya... dan local people-nya ramah-ramah, baik-baik banget. Seblak sama basreng ibu depan rumah enak banget, murah lagi (lol). Trus kami juga dapet teman baru lagi dua orang, yang satu sekampung sama yang lima orang teman kami, yang satu lagi dia lebih jauh lagi, matanya biru. Tapi yang dua orang ini mereka ambil yang long term, jadi mereka udah ada sejak sebulan yang lalu sebelum kami datang. Selama dua minggu tinggal bareng, ada yang suka-sukaan gitu sih, apa lagi sama yang bermata biru itu (haha). 

Ada banyak kejadian-kejadia lucu selama kegiatan, si adik kami bersama, punya kebiasaan kalo makan, dia selalu bilang “I’m full... I’m full” tapi ternyata dia shy shy cat, temans, padahal dia masih mau ternyata... Jadi dia selalu dijadiin tumbal buat ngabisin semua makanan, bareng camp lead-nya mereka. Trus ada juga si tuan putri, kenapa kita panggil tuan putri, udah pasti karena dia paling cantik di antara kami semua. Haha... tapi itu cuma kedok aja temans, aslinya dia orang yang cuek banget, nggak ambil pusing, santai... absurd banget. Pernah satu hari (lupa siang atau malam) kita lagi nyantai. waktu itu, tiba-tiba dia ngambil air freshner (pengharum ruangan) trus disemprotin keketeknya, kita semua yang lihatin pada saling pandang (like... what?) dianya cuek aja, semprot sana sini. Terus aku tanya “why you're using that?” dia cuma jawab apa coba “I can't sleep, because my smell... ya you know” dengan cueknya sambil cengengesan. Trus Kami semua ketawa, dia juga ikutan ketawa, trus dia bilang “why? I’m always do this” kami cuma bisa “ohh, ok.” and then we just lol-ing at each other, yaa... Thats our princess. Pada akhirnya, sejak hari itu, air freshner di rumah udah berubah fungsi jadi semprot ketek tuan putri dari pada pengharum ruangan.

Masih ada kejadian lucu lainnya, tapi next time yaaa di postcard selanjutnya... bye byee!

HAKUNA

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Obrolan di Dekat Pohon Akasia

Siang itu matahari bersinar amat terik. Saking teriknya sampai aku mengira matahari seperti sedang ngambek , sampai-sampai aku tidak berani melihatnya secara langsung. Takut diludahin . Saat itu aku dan beberapa teman sekampus berjalan kaki seperti anak-anak bebek yang mengikuti induknya, walaupun matahari bersinar terik kami berjalan dengan santai dan anggun. Kami baru saja menghadiri kelas, merasa bosan kami pun memutuskan untuk berjalan berkeliling kampus. Dasar bodoh, pikirku. Tapi aku membuntuti mereka. Sambil berjalan di sepanjang trotoar beberapa teman terlihat saling mengobrol. Aku berjalan beriringan dengan Roro, di depanku ada Ugi yang berjalan mengikuti Nehru. Di belakangku ada Rea, Ozie dan Rubby. Perfect . Sisanya hanya orang yang kebetulan lewat, ga kenal. “Bagaimana kalau jembatan merah?” Ujar Rea . “Panas,  ah. ” “Iya.” Wajah cerah Rea langsung berubah cemberut. “Ke jembatan kupu-kupu aja, kan ada saungnya tuh” Celetuk Nehru. Aku tau maksud Nehru. Ke...

Musyrik (Menyekutukan Istri)

“Di suatu hari tanpa sengaja kita bertemu..“ "Aku yang pernah terluka kembali mengenal cinta.." “Hati ini kembali temukan senyum yang hilang..." "Semua itu karena mereka..." “Ohhh.. Tuhan...“ "Kucinta Nia..." “Kusayang Mia..." “Rindu Tia..." “Inginkan Lia..." “Hanya pada Widia..." “Untuk Ika..." Selalu tahu musyrik (menyekutukan istri) dari google. Yah, hal ini lumrah terjadi di era setelah negara ini berjuang dari orang " Gumunan ", di mana ketika mereka melihat keajaiban langsung menunduk dan ingat Tuhan, kemudian bilang Amin dan Sebarkan...!! Di tengah-tengah para mpok-mpok  yang sangat menggoda di dunia maya, juga para ayah-ayah yang lebih eksis dengan gadget-nya. Gawat! Dominasi laki-laki akan diambil alih oleh para " desaginer socmed"  yang senantiasa berpacu dengan waktu dalam menampilkan kemolekan dan keindahan wanita. Pelan. Tapi saat ini zaman menyekutukan istri akan s...