Langsung ke konten utama

Sekarang Semua Sudah Jauh


Aku, Sandi, dan Huda. iya, kami wisuda ga sama
Pernah dulu suatu ketika kami dekat, sangat dekat, tapi naluri manusia akhirnya mengkelompokkan setiap golongan manusia itu untuk memilih jalan hidupnya masing-masing sesuai "keinginan". kayanya kalo di bilang cita-cita udah basi ya untuk manusia umur 25 tahun? Hahaha.. Aku pengen jadi pilot tapi kuliah kami di pertanian, oke, we drove plant.

Dari yang dulunya deket banget, kaya misal kalo pergi makan di tempat biasa sendiri pasti ditanya sama kakak nya “yang satu lagi mana?”. Tapi sekarang warung makan nya tutup. Dibongkar malah. Aku kehilangan tempat makan siang, pusing mau makan di mana lagi kalo kakak itu ga jualan lagi. Rada sedih juga hampir 6 tahun ke situ mulu. Nasi ayam semur sama es teh manis porsi nasi single. Kalo Sandi pesen nasi double lauk gonti-ganti. Tapi ga gemuk juga. Mungkin aku melihara kucing, dia melihara cacing kremi. Dari sedeket itu sekarang gak ada lagi jajan gorengn bareng, maen internet pake WI-FI di kampus sampe tengah malam, pindah2 kamar kemana aja suka, sampe yang paling lucu atau tragis beli lauk 1 dibagi dua :D

Kami berdua mantan mahasiswa yang terlalu bahagia di Faperta, Universitas Riau. Kenapa terlalu bahagia? Iya, Sandi selesai 5 tahun, aku 5 tahun 7 bulan. Lama?? Masih ada kok yang lebih lama. Kami kenal gara-gara kegiatan ospek di awal kuliah. Sandi masuk lewat jalur PBUD dan aku masuk lewat jalur SNMPTN. Kami satu kelompok, yaitu kelompok 7 yang di ketuai Kak Enid dan Bang Ari. Kami satu-satunya kelompok yang dengan ajaib nya lolos dari razia rambut sebanyak 4 kali. Jadi pas ospek kelar yang lain pada botak, kami masih aja gondrong kaya gembel ga keurus gitu.

Kami akhirnya satu kos setelah 1 bulan, di kos pertama yang ga ada jendela nya. Iya kosan baru, bagus, tapi ga ada jendela. Yang aku ingat hanya kosan bau cat dan depan kosan jemuran cewek yang daleman nya kalo dijemur pasti diletakin di pager. Ntah mau pamer atau apa tapi kaya nya ga ada daleman yang super mahal di situ. Baru jadi mahasiswa kerjaan kami baca artikel dan nonton video motivasi. Aku masi inget aku sama Sandi ada nulis 100 keinginan dan sekarang masih ada aku simpen. Aku kalo liat itu malu nya setengah mati. Ga tau gimana Sandi sekarang masi inget apa enggak.

Oh iya, kami punya temen yang unik banget, baik, tapi ngeselin. Namanya Marli. Dari Batam island. Hehehe.. Dia anak Teknik Lingkungan di Universitas yang sama. Kalo kami bilang sih dia sifat nya kaya Squidword dalam film Sponge Bob itu. Hahahaha.. Kami sering pergi ke kota pas weekend pake bus. Entah kemana aja asal ke kota. Tapi yang paling inget ya pas ke pustaka wilayah Soeman HS sampe malam. Kemudian pas malam tahun baru 2011 kami keliling Pekanbaru cari hamster, ketemu jam 5 sore setelah berkali-kali keliling pake bus trans Pekanbaru. Pulangnya kami kehujanan. Yang diselametin si hamster, kami basah. Karena aku gampang banget masuk angin, abis Isya aku tidur dan mereka berdua (Sandi dan marli, red) berburu diskon tengah malam pas pergantian tahun. Dasar teman laknat. Rasain pulang jam 1 malam jalan kaki berkilo-kilo.

Nanti dilanjut lagi, atau kali aja si Sandi mau lanjutin tentang temen yang lain hehe..


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Postcard From Omelas-Pt.2

Haloo... This is my second postcard . Aku mau lanjutin cerita yang kemaren . Jadi, kesan pertama nyampe tempat itu, dingin. Dingin banget. Selama dua minggu aku mandi cuma sekali sehari, sore doang . Kalo lagi kegiatan nyemplung ke kali, siangnya mandi trus nggak mandi lagi sampe besok sore, haha. Bisa pake air anget, but I'm too lazy, thats the problem.   Dan kesan pertama tinggal bareng teman-teman baru itu seru, dan satu hal yang baru aku sadar, ternyata mereka juga nggak terlalu jago ngomong inggrisnya, tapi karena dari awal aku udah ngerasa terintimidasi duluan, jadilah aku kerepotan kalo ngomong sama mereka. Tapi setelah terbiasa, dan kebetulan aku sekelompok sama dua orang dari mereka,untuk tugas harian   jadi mau nggak mau aku harus terbiasa ngomong . Tapi percayalah, english is just a language, not a measure of intelligence. Pas lagi ngomong kita bisa stop dulu, buka   google translate , kalo kita nggak tau kata-katanya, atau kalo nggak ada kuota, k...

Obrolan di Dekat Pohon Akasia

Siang itu matahari bersinar amat terik. Saking teriknya sampai aku mengira matahari seperti sedang ngambek , sampai-sampai aku tidak berani melihatnya secara langsung. Takut diludahin . Saat itu aku dan beberapa teman sekampus berjalan kaki seperti anak-anak bebek yang mengikuti induknya, walaupun matahari bersinar terik kami berjalan dengan santai dan anggun. Kami baru saja menghadiri kelas, merasa bosan kami pun memutuskan untuk berjalan berkeliling kampus. Dasar bodoh, pikirku. Tapi aku membuntuti mereka. Sambil berjalan di sepanjang trotoar beberapa teman terlihat saling mengobrol. Aku berjalan beriringan dengan Roro, di depanku ada Ugi yang berjalan mengikuti Nehru. Di belakangku ada Rea, Ozie dan Rubby. Perfect . Sisanya hanya orang yang kebetulan lewat, ga kenal. “Bagaimana kalau jembatan merah?” Ujar Rea . “Panas,  ah. ” “Iya.” Wajah cerah Rea langsung berubah cemberut. “Ke jembatan kupu-kupu aja, kan ada saungnya tuh” Celetuk Nehru. Aku tau maksud Nehru. Ke...

Musyrik (Menyekutukan Istri)

“Di suatu hari tanpa sengaja kita bertemu..“ "Aku yang pernah terluka kembali mengenal cinta.." “Hati ini kembali temukan senyum yang hilang..." "Semua itu karena mereka..." “Ohhh.. Tuhan...“ "Kucinta Nia..." “Kusayang Mia..." “Rindu Tia..." “Inginkan Lia..." “Hanya pada Widia..." “Untuk Ika..." Selalu tahu musyrik (menyekutukan istri) dari google. Yah, hal ini lumrah terjadi di era setelah negara ini berjuang dari orang " Gumunan ", di mana ketika mereka melihat keajaiban langsung menunduk dan ingat Tuhan, kemudian bilang Amin dan Sebarkan...!! Di tengah-tengah para mpok-mpok  yang sangat menggoda di dunia maya, juga para ayah-ayah yang lebih eksis dengan gadget-nya. Gawat! Dominasi laki-laki akan diambil alih oleh para " desaginer socmed"  yang senantiasa berpacu dengan waktu dalam menampilkan kemolekan dan keindahan wanita. Pelan. Tapi saat ini zaman menyekutukan istri akan s...