Langsung ke konten utama

Perasaan

Hai semuaa..
Author udah waras lagi nih, sorry sempet ngilang. Kemaren Pekanbaru mendung, tapi hati author jauh lebih mendung. hahahaha..
Kali ini mau bikin puisi aja ya, kalo ga suka tolong dong komennya. maksudnya biar ga nulis puisi lagi. hehehe.

Matahari minggu pagi enggan menampakkan dirinya,
ia bersembunyi di sebalik awan dingin yang menebar kabut tipis mengandung embun.
Hujan tak jua turun, hanya dingin yang mewakili. 
Kantukku sirna ditikam sang dingin. 
Aku ingin kembali terlelap menikmati khayalan. 
Di bawah selimut berbulu kupasrahkan sadarku.
Waktu serasa membeku oleh keadaan.
Ia enggan mencair.
Aku haus, ingin melepas dahaga bersamamu.
Tenggelam dalam air mata tawa yang tak kunjung habis.
Di penghujung pagi yang tak bersahabat ini aku ingin mengeluh.
Memastikan bahwa hanya senja yang mampu mengakhiri semua ini.
Bahwa sabtu dan minggu begitu tak menarik.
Aku ingin semua tenggelam bersama sang mentari yang meredup.
Membiaskan sinar kuning pekat di cakrawala yang membiru tua.
Meninggalkan siang yang payah dan usang.
Menuju malam yang jauh lebih dingin dan gelap.
Aku ingin melihat setitik bintang.
Setitik bintang yang bersinar lebih terang diantara dominan pendar perak sang rembulan.
Sabitnya menggantung pilu.
Di antara kelabu nya awan malam yang beriring ditiup angin yang menerpa perasaan.
Hey.. Lihat...!!!
Ada jutaan kilometer yang mampu aku pandang jauh ke dalam tatapan kosong mata coklat indahmu.
Aku melihat lautan coklat berombak sangat riuh dan gaduh disana.
Aku ingin mengarungi hidupmu namun aku tak bisa memberkas di sinar matamu.
Lautan coklat itu terlihat teduh namun penuh dengan badai.
Kenapa tak kau tumpahkan saja air mata dari lautan coklat indahmu itu??
Akan kusiapkan lembah yang sangat luas untuk menampungnya.
Menjadikannya danau yang penuh dengan cerita dan beban.
Lalu kita bisa bercerita tentang betapa redupnya sinar perak rembulan malam ini disana.
Hingga malam semakin menua dan bulan tak kuasa menahan kantuk.
Biarkan kita yang terjaga dan menertawakan rembulan yang payah.
Akan ku tangkap kabut tengah malam dan kupintal menjadi selimutmu.
Dan akan kukatakan pada semesta bahwa aku memiliki sesuatu yang sama luas dengannya.
Perasaan.
Ia tak terbatas. Tak berbobot. Tak bervolume. Tak berwarna. Dan tak memiliki ruang.
Tetapi ia berharga. Setiap hari ia tumbuh.
Beriring bersama sang semesta.
Aku tak memiliki sinar, tapi aku mampu memancarkan kehangatan.
Aku tak dingin, tapi aku mampu menyejukkan.
Jika memandangmu adalah teduh.
Maka memelukmu adalah ketenangan.
Aku ingin membiarkan seluruh semesta runtuh tergerus perasaan.
Membaur dengan debu di kosmik yang gelap di luar angkasa sana.
Lalu jika waktu mampu mengurai semuanya.
Kenapa tak kau beli saja waktu?
Lalu kau bisa melihat satu per satu semua jawaban yang kau tunggu sekarang.
Dan kau bisa menunda tuamu lalu  melakukan lebih banyak kesalahan.
Meskipun hujan takkan pernah kembali, aku akan selalu basah untuk mengenangnya.
Sambil membisikkan diri bahwa ketika malam berakhir, maka semuanya akan berakhir.
Pagi selalu menjadi awal yang baru, namun malam tak selalu menjadi penghujung.
Seperti cerita, kadang dimulai dari sebuah akhiran, 
namun kadang dimulai dari sebuah awal.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Postcard From Omelas-Pt.2

Haloo... This is my second postcard . Aku mau lanjutin cerita yang kemaren . Jadi, kesan pertama nyampe tempat itu, dingin. Dingin banget. Selama dua minggu aku mandi cuma sekali sehari, sore doang . Kalo lagi kegiatan nyemplung ke kali, siangnya mandi trus nggak mandi lagi sampe besok sore, haha. Bisa pake air anget, but I'm too lazy, thats the problem.   Dan kesan pertama tinggal bareng teman-teman baru itu seru, dan satu hal yang baru aku sadar, ternyata mereka juga nggak terlalu jago ngomong inggrisnya, tapi karena dari awal aku udah ngerasa terintimidasi duluan, jadilah aku kerepotan kalo ngomong sama mereka. Tapi setelah terbiasa, dan kebetulan aku sekelompok sama dua orang dari mereka,untuk tugas harian   jadi mau nggak mau aku harus terbiasa ngomong . Tapi percayalah, english is just a language, not a measure of intelligence. Pas lagi ngomong kita bisa stop dulu, buka   google translate , kalo kita nggak tau kata-katanya, atau kalo nggak ada kuota, k...

Obrolan di Dekat Pohon Akasia

Siang itu matahari bersinar amat terik. Saking teriknya sampai aku mengira matahari seperti sedang ngambek , sampai-sampai aku tidak berani melihatnya secara langsung. Takut diludahin . Saat itu aku dan beberapa teman sekampus berjalan kaki seperti anak-anak bebek yang mengikuti induknya, walaupun matahari bersinar terik kami berjalan dengan santai dan anggun. Kami baru saja menghadiri kelas, merasa bosan kami pun memutuskan untuk berjalan berkeliling kampus. Dasar bodoh, pikirku. Tapi aku membuntuti mereka. Sambil berjalan di sepanjang trotoar beberapa teman terlihat saling mengobrol. Aku berjalan beriringan dengan Roro, di depanku ada Ugi yang berjalan mengikuti Nehru. Di belakangku ada Rea, Ozie dan Rubby. Perfect . Sisanya hanya orang yang kebetulan lewat, ga kenal. “Bagaimana kalau jembatan merah?” Ujar Rea . “Panas,  ah. ” “Iya.” Wajah cerah Rea langsung berubah cemberut. “Ke jembatan kupu-kupu aja, kan ada saungnya tuh” Celetuk Nehru. Aku tau maksud Nehru. Ke...

Musyrik (Menyekutukan Istri)

“Di suatu hari tanpa sengaja kita bertemu..“ "Aku yang pernah terluka kembali mengenal cinta.." “Hati ini kembali temukan senyum yang hilang..." "Semua itu karena mereka..." “Ohhh.. Tuhan...“ "Kucinta Nia..." “Kusayang Mia..." “Rindu Tia..." “Inginkan Lia..." “Hanya pada Widia..." “Untuk Ika..." Selalu tahu musyrik (menyekutukan istri) dari google. Yah, hal ini lumrah terjadi di era setelah negara ini berjuang dari orang " Gumunan ", di mana ketika mereka melihat keajaiban langsung menunduk dan ingat Tuhan, kemudian bilang Amin dan Sebarkan...!! Di tengah-tengah para mpok-mpok  yang sangat menggoda di dunia maya, juga para ayah-ayah yang lebih eksis dengan gadget-nya. Gawat! Dominasi laki-laki akan diambil alih oleh para " desaginer socmed"  yang senantiasa berpacu dengan waktu dalam menampilkan kemolekan dan keindahan wanita. Pelan. Tapi saat ini zaman menyekutukan istri akan s...